10 Ciri-Ciri Demokrasi dalam Masyarakat yang Perlu Diketahui

Posted on

Haris.web.idCiri-Ciri Demokrasi – Demokrasi telah menjadi konsep yang mendominasi sistem pemerintahan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Namun, demokrasi bukan hanya tentang pemilihan umum dan partisipasi politik semata.

Lebih dari itu, demokrasi melibatkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat, memastikan kebebasan berpendapat, dan menciptakan keadilan sosial.

Dalam artikel ini, kita akan menggali pengertian dan ciri-ciri demokrasi yang perlu diketahui.

Pengertian Dasar Demokrasi 

Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pemerintahan rakyat.”

Konsep ini melibatkan partisipasi warga negara dalam pengambilan keputusan politik dan menjamin hak asasi manusia yang mendasar.

Demokrasi menganjurkan kebebasan berekspresi, hak memilih dan dipilih, serta kontrol publik terhadap pemerintahan.

Melalui demokrasi, diharapkan tercipta pemerintahan yang berkeadilan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ciri-Ciri Demokrasi dalam Masyarakat

Dalam masyarakat modern saat ini, demokrasi telah menjadi sistem politik yang banyak diidamkan.

Demokrasi menawarkan beberapa ciri-ciri demokrasi, di antaranya yaitu:

1. Pemerintahan Berdasarkan Kebijakan Publik

Salah satu ciri utama demokrasi adalah pemerintahan yang didasarkan pada kebijakan publik.

Artinya, keputusan politik dibuat berdasarkan pemikiran dan kepentingan masyarakat yang diwakili oleh para pemimpin terpilih.

Selain itu, demokrasi juga memberikan wewenang kepada rakyat untuk memilih pemimpin yang mereka yakini akan mewakili kepentingan mereka dengan cara yang terbaik.

2. Perlindungan Hak Asasi Manusia

Demokrasi juga melindungi hak asasi manusia sebagai ciri pentingnya.

Hak-hak tersebut seperti kebebasan berbicara, beragama, berkumpul, serta berpendapat yang dihormati dan dijamin oleh sistem demokrasi.

Negara demokratis mengakui bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dan tidak boleh diskriminatif terhadap ras, agama, gender, atau orientasi seksual mereka.

3. Partisipasi Rakyat

Partisipasi aktif rakyat adalah salah satu elemen kunci dalam demokrasi.

Warga negara memiliki hak untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan melalui pemilihan umum, mendirikan kelompok advokasi, dan menyampaikan aspirasi mereka kepada para pemimpin.

Partisipasi ini memberikan rakyat rasa memiliki dan kontrol atas tindakan pemerintah yang berdampak pada kehidupan mereka sehari-hari.

4. Kebebasan Pers dan Media

Demokrasi memberikan kebebasan pers dan media sebagai sarana penting dalam menyebarkan informasi.

Pers bebas dan independen memainkan peran vital dalam mengawasi pemerintah, mengungkapkan ketidakadilan dan memberikan sudut pandang yang berbeda kepada masyarakat.

Dalam demokrasi, media bebas dari tekanan pemerintah dan diberikan ruang untuk melaporkan kebenaran tanpa rasa takut atau intimidasi.

5. Sistem Pembagian Kekuasaan

Ciri demokrasi lainnya adalah sistem pembagian kekuasaan yang adil.

Biasanya pemerintahan demokratis ini memiliki tiga cabang kekuasaan yang independen, seperti eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Pembagian kekuasaan ini menghindari konsentrasi kekuasaan yang berlebihan pada satu individu atau kelompok, dan mencegah penelitian kebijakan yang sewenang-wenang.

6. Hukum dan Keadilan

Demokrasi memberikan penekanan pada supremasi hukum dan keadilan.

Hukum yang adil dan setara berlaku untuk semua warga negara, termasuk pemimpin politik.

Bahkan, keputusan pengadilan pun didasari pada bukti dan prinsip-prinsip keadilan, bukan pada pertimbangan politik atau kepentingan pribadi.

Hal ini memberikan jaminan bahwa semua orang diperlakukan sama di mata hukum.

7. Transparansi dan Akuntabilitas

Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip penting dalam demokrasi.

Pemerintah dan para pemimpin bertanggung jawab kepada rakyat untuk memberikan informasi yang jelas.

Selain itu, terbuka juga dengan kebijakan, keputusan, dan tindakan mereka.

Dalam demokrasi, proses pengambilan keputusan harus transparan, imperatif dan dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat bisa mengawasi serta mengevaluasi kinerja pemerintah.

8. Perlindungan Minoritas

Demokrasi memperhatikan perlindungan hak minoritas dalam masyarakat.

Dimana mencakup hak-hak kelompok etnis, agama, budaya, dan gender yang mungkin menjadi minoritas dalam suatu negara.

Sistem demokratis ini juga memastikan bahwa hak-hak minoritas dihormati dan dijaga.

Dengan begitu, tidak ada kelompok yang merasa terpinggirkan atau diskriminatif dalam pengambilan keputusan dan penegakan hukum.

9. Perubahan Damai dan Stabilitas

Demokrasi mendorong perubahan damai dan stabilitas dalam masyarakat.

Dalam sistem demokratis, perubahan kepemimpinan dan kebijakan politik biasanya terjadi melalui proses yang terstruktur dan damai, seperti pemilihan umum.

Hal tersebut bertujuan untuk menghindari konflik bersenjata atau kekacauan sosial yang dapat mengancam stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat.

10. Inklusi dan Kesetaraan

Inklusi dan kesetaraan adalah nilai-nilai yang penting dalam demokrasi.

Dimana, demokrasi perlu memastikan bahwa semua warga negara tidak memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau politik.

Kemudian, warga negara juga harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses politik dan menikmati hak-hak dasar.

Tidak ada diskriminasi atau eksklusi yang dibenarkan dalam demokrasi, sebab setiap orang diberikan kesempatan untuk berkontribusi dan berkembang.

Kesimpulan

Demokrasi bukanlah sekadar istilah kosong, tetapi konsep yang harus dipahami dan diperjuangkan oleh setiap warga negara.

Melalui demokrasi, masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik, menyuarakan pendapat, dan mengawasi pemerintahan.

Dalam menciptakan masyarakat demokratis yang berkembang, penting bagi negara dan masyarakat untuk terus mendorong dan memperkuat nilai-nilai demokrasi. 

Adanya ciri-ciri diatas, kita dapat terus memperbaiki dan mengembangkan demokrasi untuk mencapai tujuan kemajuan dan keadilan dalam masyarakat.